Minggu, 16 Juni 2013

arti ain't , gotta, gonna, wanna

1. Ain’t
Ain’t biasa digunakan untuk menyingkat auxiliary for adjective (kata bantu untuk kata sifat) dalam bentuk negatif, seperti is not, am not, are not. Bisa juga untuk menyingkat have not, dan has not.
Sekali lagi aku tekankan bahwa singkatan ini bukanlah singkatan yang lazim digunakan untuk bahasa bentuk baku. Jadi bagaimana aplikasinya? Ini dia:
Tidak baku: My Princess, honestly I ain’t too fond of looking into girl’s eyes, unless yours (sejujurnya, aku tidak begitu suka menatap mata perempuan, kecuali milikmu). Baku: I am not too fond of looking into girl’s eyes, unless yours. Begitu juga dengan 2 singkatan lainnya.
2. Gotta
Gotta merupakan singkatan dari kata got to. Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, kata ini biasanya digunakan untuk menyatakan suatu keharusan yang cukup mendesak. Ini dia aplikasinya:
Tidak baku: You gotta go now or you’ll be an everlasting prisoner in my heart (kamu harus pergi sekarang atau kamu akan menjadi tahanan abadi di hatiku). Baku: You got to go now or you’ll be an everlasting prisoner in my heart. Sangat mendesak bukan? Hahaha.
3. Gonna
Singkatan ini lumayan sering dipakai dalam percakapan. gonna berasal dari going to, yang berarti “akan” melakukan sebuah kegiatan yang sudah direncanakan. Sebelum penggunaan, umumnya diawali dengan to be/is am are. Bingung? Langsung saja ke contoh aplikasinya:
Tidak baku: I’m gonna lay my soul by your shade tonight (aku akan merebahkan jiwaku bersama bayangmu malam ini). Baku: I’m going to lay my soul by your shade tonight.
4. Wanna
Tidak usah ditanya lagi, kalian pasti juga sering memakai singkatan ini bukan? Bukaan (lho). Wanna merupakan singkatan dari want to yang berarti “ingin” atau want a yang berarti “ingin satu”. Bagaimana aplikasinya? Mari kita lihat:
Tidak baku: I wanna see your smile to save my heart from the infinite darkness (aku ingin melihat senyumanmu untuk menyelamatkan hatiku dari kegelapan yang tak terhingga). Baku: I want to see your smile to save my heart from the infinite darkness.
TIdak baku: I wanna glass of affection from you (aku ingin segelas kasih sayang darimu). Baku: I want a glass of affection from you.
Nah, sekarang sudah jelas kan bagaimana penggunaannya dalam percakapan dengan konteks yang tidak baku. Hahaha, what do you think about the examples? Don’t do it without professional handling!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar